Panen Padi Inpago 9 di Kecamatan Manggis, Karangasem
Jumat (22/8), bertempat di Subak Belong, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem dilakukan panen bersama padi gogo varietas Inpago 9. Dihadiri oleh Plt. Kabid TPH Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem beserta jajaran, BPS Karangasem, tim BRMP Bali, koordinator BPP Kecamatan Manggis, Danramil Kecamatan Manggis, PPL, POPT, dan petani Subak Belong.
Panen bersama diawali dengan pengambilan ubinan yang dipandu oleh tim BPS Kabupaten Karangasem. Hasil ubinan pada luasan 6,25 m2 (2,5 m x 2,5 m) mendapatkan 2,62 kg atau setara dengan 4,16 t GKP/ha.
Plt. Kabid TPH, I Made Mawa menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjalankan program swasembada pangan di Kabupaten Karangasem. Lebih lanjut disampaikan melihat hasil panen padi Inpago 9 yang baru dilaksanakan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem akan terus mendorong untuk pengembangannya dalam skala yang lebih luas. “Melihat hasil panen hari ini padi gogo, Inpago 9 merupakan salah satu alternatif solusi dalam peningkatan LTT padi di Kabupaten Karangasem khususnya untuk lahan-lahan sawah yang kesulitan air irigasi’, ujarnya.
I Nyoman Adijaya mewakili tim Program Strategis Kementan BRMP Bali dalam acara diskusi memberikan informasi tentang padi Inpago 9. Disampaikan juga hasil-hasil pengembangan padi gogo di daerah lain termasuk kendalanya sebagai pembelajaran bersama. “Di beberapa daerah/subak yang kesulitan air irigasi seperti di Kabupaten Jembrana dan Badung sudah menjadikan VUB padi gogo untuk dikembangkan, karena lebih hemat dalam penggunaan air dan produktivitasnya tidak kalah dengan varietas padi yang biasa dibudidayakan petani’, jelasnya.
Sementara itu petani pelaksana I Ketut Suparta menyatakan cukup puas dengan hasil dari padi Inpago 9 yang ditanamnya. Disampaikan saat ini di Subak Belong penanaman padi Inpago 9 seluas 0,5 hektar. Disampaikan juga melihat penampilan padi Inpago 9 banyak petani yang tertarik untuk ikut mengembangkannya. “Selama ini kami di Subak Belong hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun. Dengan adanya padi Inpago 9 ini kami optimis dapat menanam lebih dari sekali dalam setahun’, ujarnya.